1. Landasan
Filsafat Ilmu
Yuyun S. Sumantri
(1998:33) dalah Rahmat menguraikan bahwa filsawat ilmu merupakan kajian secara
filsafat yang bertujuan untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai hakikat
ilmu, sebagai berikut:[15]
Filsafat berbeda dengan ilmu pengetahuan; ilmu pengetahuan merupakan kumpulan
pengetahuan yang disusun secara sistematis yang memberi jawaban atas pertanyaan
berikut:[16]
a. Dasar
Ontologi Ilmu
Definisi Ontologi
dalam filsafat yaitu apa yang ingin diketahui.[17]
Ontologi ilmu berdasar pada pertanyaan apa yang menjadi bidang telaah ilmu?
atau apa yang ingin diketahui oleh ilmu? Ilmu berorientasi pada dunia empiris,
sehingga ilmu membatasi diri hanya kepada kejadian empiris saja.Objek
penelaahan ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang dapat ditinjau
oleh panca indera manusia.
Pengetahuan memiliki ontologi, epistemologi dan aksiologi, maka apakah segala
sesuatu yang terjadi pada manusia mampu dijelaskan oleh ilmu pengetahuan?Ternyata
jawabannya tidak. Karena ilmu pengetahuan memiliki batasan, seperti itu jawaban
sederhananya. Namun, apakah batas dari ilmu itu?.Secara ontologis, ilmu
membatasi diri pada pengkajian obyek yang berada dalam lingkup pengalaman
manusia.[18]
llmu
mempunyai tiga asumsi mengenai obyek empiris. Asumsi pertama menganggap
obyek-obyek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain, seperti halnya
bentuk, struktur, sifat, dan sebagainya. Pendekatan keilmuan yang pertama
terhadap obyek-obyek yang ditelaahnya dan taxonomi merupakan cabang keilmuan
yang pertama kali berkembang.Konsep ilmu yang lebih dalam seperti konsep
perbandingan (komparatif) dan kuantitatif hanya dimungkinkan dengan adanya
taxonomi yang baik.[19]
Asumsi kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami
perubahan dalam jangka waktu tertentu.Kegiatan keilmuan ini mempelajari tingkah
laku suatu obyek dlam suatu keadaan tertentu.Ilmu dalam hal ini hanya menuntut
adanya kelestarian yang relatif – sifat-sifat pokok dari suatu benda tidak
berubah dalam jangka waktu tertentu. Dalam asumsi ini dapat disimpulkan bahwa
benda-benda dalam jangka panjang akan mengalami perubahan dalam jangka waktu
yang berbeda-beda untuk tiap benda.
Asumsi yang ketiga adalah determinisme.Dalam hal ini tiap
gejala bukan merupakan suatu kejadia yang bersifat kebetulan. Ilmu tidak
menuntut adanya hubungan sebab-akibat yang mutlak sehingga suatu kejadian
tertentu harus selalu diikuti oleh suatu kejadian yang lain. Ilmu tidak
mengemukakan bahwa X selalu mengakibatkan Y, melainkan mengatakan bahwa X
mempunyai kemungkinan (peluang) yang besar untuk mengakibatkan terjadinya Y.
Tiap gejala mempunyai pola tertentu yang bersifat tetap dengan urutan kejadian
yang sama. Semua teori keilmuan memiliki asumsi ini, baik yang dinyatakan
dengan tersurat maupun yang tercakup secara tersirat. Asumsi-asumsi tersebut
melandasi penarikan kesimpulan.
DAFTAR
PUSTAKA
Alwasilah, A. Chaedar. 2008. Filsafat Bahasa dan Pendidikan.Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Adib,
Mohammad. 2010. Filsafat Ilmu;Ontologi,Epistemologi,
Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arbi, Sutan Zanti. 1988. Pengantar kepada Filsafat Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dikti.
Asy’ari. 1999. Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir. Yogyakarta: LESFI.
Abdullah, M. Amin. 1995. Falsafah Kalam di Era Posmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Beck. Lewis White. 1952. Philosophy Inquiry: an Introduction to Philosophy of Science. New
York: Prentice Hall.
J Bronowski,
J. 1973. The Ascent of Man.
London: Science Horizons Inc.
Benjamin, A. Cornalis. 1975. Science, Philosophy of dalam Dagabert D. R.
Runer. Totowa: Dictionary of Philosophy.
Calhoun,
C. 2002. Dictionary of the Social Science.
Oxford: Oxford University Press.
Drummond,
Henry. The Ascent of Man. London: Cambridge.
Francis
P. & Dinnen, S.J. 1996. An
Introduction to General Linguistic.New York: Holt, Rinehart and Winston,
INC.
John Losee. 2000. A Historical
Introduction to the Philosophy of Science, Fourth edition. London: Oxford University
Press.
Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Alih Bahasa oleh Soejono Soemargono.
Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Lenzen, Viktor F. 1962. Philosophy of Science, Living School of Philosophy. New Jersey:
Littlefield, Adams & Co.
Mudyahardjo, Redja. 2012. Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Muhadjir,
Noeng. 2011. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Muslih, Mohammad. 2005. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma dan Kerangka Teori
Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Belukar.
Phenix, Philip H. 1964.Realms of Meaning: A Philosophy of the Curriculum for General
Education. California: Ventura.
Preus, Anthony. 2007.Historical Dictionary
of Ancient Greek Philosophy. Lanham, Maryland, Toronto, Plymouth, UK: The
Scarecrow Press, Inc.
Prawironegoro,
Darsono. 2010. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta:
Penerbit Nusantara Consulting.
Qadir, C.A. 1988. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rahmat, Aceng, dkk. Filsafat Ilmu Lanjutan. Jakarta:
Prenadamedia Group.
Riyanto,
Waryani Fajar. 2011. Filsafat Ilmu Topik-topik Estimologi. Yogyakarta:
Integrasi Interrkoneksi Press.
Rohman,
Arif dkk.2011. Mengenal Epistimologi dan Logika Pendidikan.Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.
Setjoatmodjo, Pranjoto. 1988. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta:
Depdikbud Dikti.
Sumardi, Edi (Editor). 2015. Aids Bisa Disembuhkan, ini Obat Terbaru yang
Ditemukan. tribunnews.com. Diakses Tanggal 10 September 2015.
Surajiyo.
2007. Ilmu Filsafat: Suatu Pengantar. Jakarta: Bumi Aksara.
Suriasumantri, Jujun S. 2001.Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Popular. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan ,
2001.
-------------------.
2010. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
-------------------. 1986. Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik.
Jakarta: PT Gramedia.
Syadali, Ahmad dan Mudzakir. 1997.Filsafat Umum.
Bandung: Pustaka Setia.
------------------. 2004. Filsafat Umum. Bandung: CV Pustaka
Setia.
The
Liang Gie. 2012. Pengantar Ilmu Filsafat. Yogyakarta: Libert.
Verhaak, C. dan R. Haryono Imam. 1995. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Wibowo, Pandu (Sekjen CIDES UIN Jakarta)
.2015.Pelegalan Prostitusi dan
Sertifikasi PSK: Dekadensi Moral Sang Gubernur Ibu Kota. kompasiana.com.
Diakses Tanggal 10 September 2015.
Woodhouse, Mark B. 2000. Berfilsafat sebuah Langkah Awal. Yogyakarta: Kanisius.
Yunus, A. 1999.Filsafat Pendidikan. Bandung: CV Citra Sarana Grafika.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar