Pages

Landasan Filsafat Ilmu

Rabu, 18 November 2020

Agus Supriyadi

1.    Landasan Filsafat Ilmu
Yuyun S. Sumantri (1998:33) dalah Rahmat menguraikan bahwa filsawat ilmu merupakan kajian secara filsafat yang bertujuan untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai hakikat ilmu, sebagai berikut:[15] Filsafat berbeda dengan ilmu pengetahuan; ilmu pengetahuan merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis yang memberi jawaban atas pertanyaan berikut:[16]

a.    Dasar Ontologi Ilmu
Definisi Ontologi dalam filsafat yaitu apa yang ingin diketahui.[17] Ontologi ilmu berdasar pada pertanyaan apa yang menjadi bidang telaah ilmu? atau apa yang ingin diketahui oleh ilmu? Ilmu berorientasi pada dunia empiris, sehingga ilmu membatasi diri hanya kepada kejadian empiris saja.Objek penelaahan ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang dapat ditinjau oleh panca indera manusia.
                    Pengetahuan memiliki ontologi, epistemologi dan aksiologi, maka apakah segala sesuatu yang terjadi pada manusia mampu dijelaskan oleh ilmu pengetahuan?Ternyata jawabannya tidak. Karena ilmu pengetahuan memiliki batasan, seperti itu jawaban sederhananya. Namun, apakah batas dari ilmu itu?.Secara ontologis, ilmu membatasi diri pada pengkajian obyek yang berada dalam lingkup pengalaman manusia.[18]
      llmu mempunyai tiga asumsi mengenai obyek empiris. Asumsi pertama menganggap obyek-obyek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain, seperti halnya bentuk, struktur, sifat, dan sebagainya. Pendekatan keilmuan yang pertama terhadap obyek-obyek yang ditelaahnya dan taxonomi merupakan cabang keilmuan yang pertama kali berkembang.Konsep ilmu yang lebih dalam seperti konsep perbandingan (komparatif) dan kuantitatif hanya dimungkinkan dengan adanya taxonomi yang baik.[19]
              Asumsi kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu.Kegiatan keilmuan ini mempelajari tingkah laku suatu obyek dlam suatu keadaan tertentu.Ilmu dalam hal ini hanya menuntut adanya kelestarian yang relatif – sifat-sifat pokok dari suatu benda tidak berubah dalam jangka waktu tertentu. Dalam asumsi ini dapat disimpulkan bahwa benda-benda dalam jangka panjang akan mengalami perubahan dalam jangka waktu yang berbeda-beda untuk tiap benda.
              Asumsi yang ketiga adalah determinisme.Dalam hal ini tiap gejala bukan merupakan suatu kejadia yang bersifat kebetulan. Ilmu tidak menuntut adanya hubungan sebab-akibat yang mutlak sehingga suatu kejadian tertentu harus selalu diikuti oleh suatu kejadian yang lain. Ilmu tidak mengemukakan bahwa X selalu mengakibatkan Y, melainkan mengatakan bahwa X mempunyai kemungkinan (peluang) yang besar untuk mengakibatkan terjadinya Y.
              Tiap gejala mempunyai pola tertentu yang bersifat tetap dengan urutan kejadian yang sama. Semua teori keilmuan memiliki asumsi ini, baik yang dinyatakan dengan tersurat maupun yang tercakup secara tersirat. Asumsi-asumsi tersebut melandasi penarikan kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaedar. 2008. Filsafat Bahasa dan Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Adib, Mohammad. 2010. Filsafat Ilmu;Ontologi,Epistemologi, Aksiologi, dan  Logika Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arbi, Sutan Zanti. 1988. Pengantar kepada Filsafat Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dikti.

Asy’ari. 1999. Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir. Yogyakarta: LESFI.

Abdullah, M. Amin. 1995. Falsafah Kalam di Era Posmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Beck. Lewis White. 1952. Philosophy Inquiry: an Introduction to Philosophy of Science. New York: Prentice Hall.

J Bronowski, J. 1973. The Ascent of Man. London: Science Horizons Inc.
Benjamin, A. Cornalis. 1975. Science, Philosophy of dalam Dagabert D. R. Runer. Totowa: Dictionary of Philosophy.

Calhoun, C. 2002. Dictionary of the Social Science. Oxford: Oxford University Press.

Drummond, Henry. The Ascent of Man. London: Cambridge.

Francis P. & Dinnen, S.J. 1996. An Introduction to General Linguistic.New York: Holt, Rinehart and Winston, INC.

John Losee. 2000. A Historical Introduction to the Philosophy of Science, Fourth edition. London: Oxford University Press.

Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Alih Bahasa oleh Soejono Soemargono. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Lenzen, Viktor F. 1962. Philosophy of Science, Living School of Philosophy. New Jersey: Littlefield, Adams & Co.

Mudyahardjo, Redja. 2012. Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhadjir, Noeng. 2011. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Muslih, Mohammad. 2005. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Belukar.

Phenix, Philip H. 1964.Realms of Meaning: A Philosophy of the Curriculum for General Education. California: Ventura.

Preus, Anthony. 2007.Historical Dictionary of Ancient Greek Philosophy. Lanham, Maryland, Toronto, Plymouth, UK: The Scarecrow Press, Inc.

Prawironegoro, Darsono. 2010. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta: Penerbit Nusantara Consulting.

Qadir, C.A. 1988. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Rahmat, Aceng, dkk. Filsafat Ilmu Lanjutan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Riyanto, Waryani Fajar. 2011. Filsafat Ilmu Topik-topik Estimologi. Yogyakarta: Integrasi Interrkoneksi Press.

Rohman, Arif dkk.2011. Mengenal Epistimologi dan Logika Pendidikan.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Setjoatmodjo, Pranjoto. 1988. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dikti.

Sumardi, Edi (Editor). 2015. Aids Bisa Disembuhkan, ini Obat Terbaru yang Ditemukan. tribunnews.com. Diakses Tanggal 10 September 2015.

Surajiyo. 2007. Ilmu Filsafat: Suatu Pengantar. Jakarta: Bumi Aksara.

Suriasumantri, Jujun S. 2001.Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Popular. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan , 2001.

-------------------. 2010. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

-------------------. 1986. Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik. Jakarta: PT Gramedia.

Syadali, Ahmad dan Mudzakir. 1997.Filsafat Umum. Bandung: Pustaka Setia.

------------------. 2004. Filsafat Umum. Bandung: CV Pustaka Setia.

The Liang Gie. 2012. Pengantar Ilmu Filsafat. Yogyakarta: Libert.

Verhaak, C. dan R. Haryono Imam. 1995. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wibowo, Pandu (Sekjen CIDES UIN Jakarta) .2015.Pelegalan Prostitusi dan Sertifikasi PSK: Dekadensi Moral Sang Gubernur Ibu Kota. kompasiana.com. Diakses Tanggal 10 September 2015.

Woodhouse, Mark B. 2000. Berfilsafat sebuah Langkah Awal. Yogyakarta: Kanisius.

Yunus, A. 1999.Filsafat Pendidikan. Bandung: CV Citra Sarana Grafika.
 

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. FILSAFAT ILMU.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Support by Jual Beli Blog.
Creative Commons License