Pages

Dasar Epistemologi Ilmu

Kamis, 03 Desember 2020

Agus Supriyadi

    b.  Dasar Epistemologi Ilmu

Epistimologi dalam Filsafat Ilmu adalah bagaimana cara memperoleh pengetahuan.[20] Epistemologi dipandang sebagi teori mengenai pengetahuan (the theory of kenowledge) atau bagian dari kajian filsafat yang spesialisasi membidangi kajian mengenai segala hal yang terkait dengan ilmu pengetahuan, seperti tabiat, landasan, sifat, jenisnya, asal mula, objek, struktur, cara, proses, ukuran atau validitas pengetahuan (Kamus Filsafat).
Secara etimologi, istilah epistemologi berasal dari kata Yunani berarti episteme berarti pengetahuan, dan logos berarti teori.Epistemology dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber, struktur, metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan.

c   .    Dasar Aksiologi Ilmu

Aksiologi dalam filsafat ilmu yaitu untuk apa (kegunaan) ilmu pengetahuan bagi kehidupan. [21]Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu di gunakan? Bagaimana kaitan antara penggunaan ilmu dan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek dan metode yang telah ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimanakah korelasi antara teknik procedural yang merupakan operasional metode ilmiah dengan norma-norma moral?[22] Menurut Bahasa yunani, aksiologi berasal dari kata axios artinya nilai dan logos artinya teory atau ilmu. Menurut Kamus Bahasa indonesia aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai khusus nya Etika.[23]
           Nilai digunakan sebagai kata benda Abstrak, Dalam pengertian yang lebih sempit seperti baik,menarik dan bagus. Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas mencakup sebagai tambahan segala bentuk kewajiban, kebenaran dan kesucian.[24]
           Nilai juga dipakai sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai, memberi nilai atau dinilai. Aksiologi merupakan cabang Filsafat Ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios  yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Menurut Jhon Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, sosial dan Agama. Sedangkan nilai itu sendiri adalah sesuatu  yang berharga, yang diidamkan oleh setiap insan.
                  Menurut Bramel dalam Amsal (2009), Aksiologi terbagi dalam tiga bagian[25]. :
1.    Moral conduct, yaitu tindakan moral, bidang ini melahirkan disiplin khusus yaitu etika.
2.    Estetic Expression, yaitu ekspresi keindahan, bidang ini melahirkan keindahan.
3.    Socio-poliytical life, yaitu kehidupan social politik, yang akan melahirkan filsafat social politik.
Berdasarkan pada definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu adalah serangkaian cakupan dari pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah yang memiliki prosedur sistematik, dan dapat diuji secara ilmiah yang diakui dalam berbagai bidang ilmu.

2.   Persamaan dan Perbedaan Filsafat dan Filsafat Imu
            Dari berbagai uraian yang berkaitan dengan filsafat dan filsafat ilmu maka dapat diketahui persamaan filsaat dan filsafat ilmu sebagai berikut:[26]

  1. Filsafat dan filsafat ilmu mencari rumusan yang sebaik-baiknya dalam melakukan penyelidikan objek telaahnya secara tuntas, selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya.
  2. Filsafat dan filsafat ilmu memberikan pemahaman tentang hubungan dan koherensi antara kejadian-kejadian yang ada dan dialami manusia serta menunjukan penyebannya.
  3. Keduan berusaha memberikan sintesis yaitu pandangan yang saling berhubungan dan berkaitan.
  4. Keduanya mempunyai system dan metode penelaahan.
  5. Keduanya berusaha memberikan penjelasan tentang kenyataan secara menyeluruh.



DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaedar. 2008. Filsafat Bahasa dan Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Adib, Mohammad. 2010. Filsafat Ilmu;Ontologi,Epistemologi, Aksiologi, dan  Logika Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arbi, Sutan Zanti. 1988. Pengantar kepada Filsafat Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dikti.

Asy’ari. 1999. Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir. Yogyakarta: LESFI.

Abdullah, M. Amin. 1995. Falsafah Kalam di Era Posmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Beck. Lewis White. 1952. Philosophy Inquiry: an Introduction to Philosophy of Science. New York: Prentice Hall.

J Bronowski, J. 1973. The Ascent of Man. London: Science Horizons Inc.
Benjamin, A. Cornalis. 1975. Science, Philosophy of dalam Dagabert D. R. Runer. Totowa: Dictionary of Philosophy.

Calhoun, C. 2002. Dictionary of the Social Science. Oxford: Oxford University Press.

Drummond, Henry. The Ascent of Man. London: Cambridge.

Francis P. & Dinnen, S.J. 1996. An Introduction to General Linguistic.New York: Holt, Rinehart and Winston, INC.

John Losee. 2000. A Historical Introduction to the Philosophy of Science, Fourth edition. London: Oxford University Press.

Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Alih Bahasa oleh Soejono Soemargono. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Lenzen, Viktor F. 1962. Philosophy of Science, Living School of Philosophy. New Jersey: Littlefield, Adams & Co.

Mudyahardjo, Redja. 2012. Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhadjir, Noeng. 2011. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Muslih, Mohammad. 2005. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Belukar.

Phenix, Philip H. 1964.Realms of Meaning: A Philosophy of the Curriculum for General Education. California: Ventura.

Preus, Anthony. 2007.Historical Dictionary of Ancient Greek Philosophy. Lanham, Maryland, Toronto, Plymouth, UK: The Scarecrow Press, Inc.

Prawironegoro, Darsono. 2010. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta: Penerbit Nusantara Consulting.

Qadir, C.A. 1988. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Rahmat, Aceng, dkk. Filsafat Ilmu Lanjutan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Riyanto, Waryani Fajar. 2011. Filsafat Ilmu Topik-topik Estimologi. Yogyakarta: Integrasi Interrkoneksi Press.

Rohman, Arif dkk.2011. Mengenal Epistimologi dan Logika Pendidikan.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Setjoatmodjo, Pranjoto. 1988. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dikti.

Sumardi, Edi (Editor). 2015. Aids Bisa Disembuhkan, ini Obat Terbaru yang Ditemukan. tribunnews.com. Diakses Tanggal 10 September 2015.

Surajiyo. 2007. Ilmu Filsafat: Suatu Pengantar. Jakarta: Bumi Aksara.

Suriasumantri, Jujun S. 2001.Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Popular. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan , 2001.

-------------------. 2010. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

-------------------. 1986. Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik. Jakarta: PT Gramedia.

Syadali, Ahmad dan Mudzakir. 1997.Filsafat Umum. Bandung: Pustaka Setia.

------------------. 2004. Filsafat Umum. Bandung: CV Pustaka Setia.

The Liang Gie. 2012. Pengantar Ilmu Filsafat. Yogyakarta: Libert.

Verhaak, C. dan R. Haryono Imam. 1995. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wibowo, Pandu (Sekjen CIDES UIN Jakarta) .2015.Pelegalan Prostitusi dan Sertifikasi PSK: Dekadensi Moral Sang Gubernur Ibu Kota. kompasiana.com. Diakses Tanggal 10 September 2015.

Woodhouse, Mark B. 2000. Berfilsafat sebuah Langkah Awal. Yogyakarta: Kanisius.

Yunus, A. 1999.Filsafat Pendidikan. Bandung: CV Citra Sarana Grafika.

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. FILSAFAT ILMU.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Support by Jual Beli Blog.
Creative Commons License