Pages

Definisi Filsafat Ilmu

Kamis, 31 Desember 2020





ILMU, FILSAFAT ILMU, DAN FILSAFAT
Oleh:
Agus Supriyadi

ABSTRAK

Artikel ini bertujuan menjelaskan konsep ilmu, filsafat ilmu, dan filsafat yang di tinjau dari berbagai aspek. Analisis yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil pembahasan menunjukan bahwa ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia .segi segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia ditinjau dari segi ontologis, metodologis, epistemologis maupun aksiologisnya sehingga berdaya guna dalam kehidupan manusia. Filsafat merupakan kegiatan berpikir tentang segala sesuatu secara kritis, sistematis, rasional, tertib, konsepsual, koheren, luas, dan komprehensif (mendalam) sehingga diperoleh hasil yang bijaksana yang mengandung nilai kebenaran normatif.

Kata kunci: ilmu, filsafat ilmu, dan filsafat.


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

            Pengetahuan manusia terus berkembang mengikuti perkembangan pemikirannya. Pengetahuan manusia tersebut harus terbingkai dalam payung-payung pengetahuan yang sistematis agar dapat dimanfaatkan oleh manusia dengan baik. Filsafat mengelola pengetahuan agar dapat hadir secara sistematis sehingga dapat dipahami oleh manusia secara umum.(materi filsafat dalam vidio).
            Dalam bidang pendidikan, kehadiran filsafat sangat dibutuhkan untuk memikiran dan mengatasi berbagai permasalahan yang melingkupi berbagai aspek pendidikan, mulai pada bahan ajar, strategi, teknik dan metode, peserta didik, pendidik, dan sebagainya.
            Pemahaman yang utuh tentang filsafat dan kaitannya dengan ilmu yang merupakan aspek utama dalam dunia pendidikan dapat mengatasi permasalahan tersebut secara mendasar. Kaitan filsafat dan ilmu di dalam bingkai Filsafat Ilmu dapat menjadi landasan pemikrian dalam penyelesaian berbagai masalah pendidikan.
Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dosen adalah dengan memahami konsep ilmu, filsafat ilmu, dan filsafat. Dengan kita memahami ketiga konsep tersebut mudah-mudahan permasalahan-permasalahan yang sifatnya duniawi, misalnya Tri Dharma Perguruan Tinggi, maupun permasalahan yang sifatnya metafisis yang bersifat ghaib mampu diselesaikan dengan cepat dan baik.
            Kita semua menyadari bahwa seluruh aspek dan dimensi kehidupan dapat didasari oleh konsep ilmu, filsafat ilmu, dan filsafat. Sekarang tinggal permasalahan apa yang dapat diselesaikan dengan ilmu, filsafat ilmu, atau dengan filsafat.
            Permasalahan yang akan dijawab dalam makalah ini, yaitu: Bagaimanakah konsep ilmu, filsafat ilmu, dan filsafat dengan tinjauan pustaka? Kemudian, tujuan pembahasan ini adalah memberikan pemahaman tentang konsep ilmu, filsafat ilmu, dan filsafat. Selain itu, tujuan pembahasannya ini sebagai tugas mata kuliah Filsafat Ilmu II dengan      dosen pengampu: (1) Prof. Dr. Endang Koenmariati Trijanto, M.Pd. dan (2) Prof. Dr. Aceng Rahmat, M.Pd. Semoga makalah ini dapat bermanfaat demi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Filsafat Ilmu dan menjadi bahan diskusi bagi mahasiswa PPs UNJ Program Pendidikan Bahasa jenjang strata tiga (S-3) Kelas C Tahun Ajaran 2016/2017
Berlanjut di Bab 2.









[1] Aceng Rahmat, dkk. Filsafat Ilmu Lanjutan. (Jakarta: Prenadamedia Group, 2011). Hal. 170.
[2] Ibid.,Hal 170.
[3] Ibid.,Hal 103.
[4] http://oxforddictionaries.com/definition/science diakses pada 20 September 2016.
[5] Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dalam Perspektif. ( Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 1999). Hal. 2
[6] Van Peursen.Filsafat Sebagai Seni untuk Bertanya. Dikutip dari buku B. Arief Sidharta. Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu Itu?, (Bandung: Pustaka Sutra, 2008(. Hal.  7-11.
[7] Sumarna, Cecep. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. (Jakarta : Bumi Aksara, 2007). Hal. 56
[8] Loren Bagus, Kamus Filsafat. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1996). Hal. 307.
[9]  Koento Wibisono,Gagasan Strategic Tentang Kultur Keilmuan pada Pendidikan Tinggi. Jurnal Filsafat, 1997
[10] Aceng Rahmat, dkk.,Op Cit.,Hal. 109.
[11] Ibid.,Hal. 28.
[12] Woodhouse, Mark B.  Berfilsafat sebuah Langkah Awal. (Yogyakarta: Kanisius, 2000). Hal. 35
[13] Muslih, Mohammad. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan. (Yogyakarta: Belukar, 2005). Hal. 13.
[14] Mudyahardjo, Redja. Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012). H. 7
[15] Aceng Rahmat, dkk.,Op Cit. Hal. 110.
[16] Prawironegoro.,Op Cit., Hal. 15.
[17] Ibid.,Hal. 15
[18]Jujun Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebagai Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2009: 105
[19] Pandia, Wisma. Makalah: Filsafat Ilmu. Sekolah Tinggi Theologi Injili Philadelphia.
[20] Prawironegoro.,Loc Cit., Hal. 15.
[21] Ibid.,Hal. 15
[22] Aceng Rahmat, dkk.,Op Cit. Hal. 112.
[23] Admojo Wihadi, et.al.Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 1998, hal: 19
[24] Amsal Bakhtiar. Filsafat Ilmu. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2009, hal: 149
[25] Ibid.,.  hal: 163
[26] Aceng Rahmat, dkk., Loc  Cit. Hal. 112.
[27] Ibid. Hal. 113.
[28] Ibid. Hal. 134.
[29] Darsono Prawironegoro, Filsafat Ilmu Pendidikan. (Jakarta: Penerbit Nusantara Consulting, 2010). Hal. 11.
[30]Jujun Suriasumantri, Op Cit., Hal. 105
[31] Ibid., Hal. 12-13.
[32] Aceng Rahmat., dkk. Op Cit. Hal. 31.
[33] Darsono Prawironegoro. Loc Cit. Hal. 13.
[34] Ibid., Hal. 13.
[35] Preus, Anthony. 2007.Historical Dictionary of Ancient Greek Philosophy. Lanham, Maryland, Toronto, Plymouth, (UK: The Scarecrow Press, Inc, 2007).
[36] Arbi, Sutan Zanti. Pengantar kepada Filsafat Pendidikan. (Jakarta: Depdikbud Dikti, 1988). Hal. 2
[37] Yunus, A. Filsafat Pendidikan. (Bandung: CV Citra Sarana Grafika, 1999). Hal.  4.
[38] Darsono Prawironegoro. Loc Cit. Hal. 12.
[39] Ibid., Hal. 14.
[40] Jujun Suriasumantri, Op Cit., Hal. 132.
[41] Syadali, Ahmad dan Mudzakir. Filsafat Umum. (Bandung: Pustaka Setia, 1997). Hal. 12.
[42] Louis O. Kattsoff.  Pengantar Filsafat.Alih Bahasa Soejono Soemargono (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2004). IHal. 4-12
[43] Alwasilah, A. Chaedar. Filsafat Bahasa dan Pendidikan. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008). Hal. 9
[44] Phenix, Philip H. 1964.Realms of Meaning: A Philosophy of the Curriculum for General Education. (California: Ventura, 1964). Hal. 257.
[45] Arbi, Sutan Zanti. Pengantar kepada Filsafat Pendidikan. (Jakarta: Depdikbud Dikti, 1988). Hal. 2.
[46] Syadali, Ahmad dan Mudzakir. Filsafat Umum. (Bandung: Pustaka Setia, 1997). Hal. 11-12.
[47] Yunus, A. 1999.Filsafat Pendidikan. (Bandung: CV Citra Sarana Grafika, 1999). Hal. 4
[48] Abdullah, M. Amin. Falsafah Kalam di Era Posmodernisme.  (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995).
[49] Syadali, Ahmad dan Mudzakir., Loc Cit. Hal. 12.
[50] Ibid., Hal. 14-15.
[51] Ibid., Hal. 35.
[52] Woodhouse, Mark B. 2000. Berfilsafat sebuah Langkah Awal.  (Yogyakarta: Kanisius, 2000). Hal. 37.

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. FILSAFAT ILMU.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Support by Jual Beli Blog.
Creative Commons License