Pages

ILMU – FILSAFAT ILMU - FILSAFAT

Kamis, 14 Januari 2021

Agus Supriyadi


 BAB II
ILMU – FILSAFAT ILMU - FILSAFAT

A.     Definisi Ilmu
Menurut Aristoteles dalam Rahmat, dkk bahwa ilmu didapat dari hasil kegiatan manusia yang mengamati kenyataan yang banyak dan berubah. Kemudian secara bertahap sampai pada kebenaran yang bersifat universal. Dalam arti inilah Aristoteles dapat disebut sebagai salah satu seorang eksponen empirisme, malah pada tahap awalnya.[1]
Kemudian Francois Bacon (1561-1626) memperkenalkan cara kerja induktif untuk memperoleh ilmu. Cara kerja induktif F. Balcon adalah akal budi bertolak dari pengamatan indrawi particular untuk mendapatkan dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang berada dalam jangkauan pengamatan, lalu secara bertahap menuju pertanyaan-pertanyaan yang lebih umum. Cara ini menampakan ciri empirisme.[2]  
Menurut  Djamaris, pada dasarnya ilmu mempunyai dua macam objek yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah sesuatu yang dijadikan sasaran penyelidikan, seperti manusia adalah sasaran dariilmu pendidikan, ilmu social, dan psikologi. Tubuh manusia menjadi sasaran ilmu kedokteran, ilmu farmasi, dan ilmu-ilmu lainnya yang berhubungan.[3] Sedangkan objek formal ilmu berkaitan dengan pendekatan dan metode yang digunakan dalam melakukan pemahaman dan penyelidikan terhadap objek material ilmu. Berbagai pendekatan dan metode yang dilakukan manusia dalam melakukan penyelidikan tentang alam semesta dan isinya. Pada hakikatnya, pendekatan dan metode tersebut dapat dibagi ke dalam tiga bagian yaitu:
1.    Pendekatan deduktif yang menghasilkan metode-metode penyelidikan atau penelitian yang berbasis pada penalaran deduktif seperti penelitian eksperimen.
2.    Pendekatan induktif dan metode penelitian yang berbasis penalaran induktif seperti dalam penelitian kualitatif.
3.    Pendekatan yang menggabungkan antara deduktif dan induktif atau biasa disebut mix method.
Kata ilmu berasal dari bahasa Arab, “Al ilm” arti kata ini adalah pengetahuan. Dalam bahasa Indonesia, ilmu sering disamakan dengan sains yang berasal dari bahasa Inggris “science” .kata science itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “scio”, “scire” yang artinya pengetahuan.  Berdasarkan Oxford Dictionary, ilmu didefinisikan sebagai aktivitas intelektual dan praktis yang meliputi studi sistematis tentang struktur dan prilaku dari dunia fisik dan alam melalui pengamatan dan percobaan[4].
Menurut Suriasumantri, berpikir mencirikan hakikat manusia dan karena berpikirlah dia menjadi manusia. Berpikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan atau pun ilmu. Pengetahuan adalah produk kegiatan berpikir. Banyak yang mengatakan ilmu dan pengetahuan itu sama, namun pemahaman tersebut jelas tidak benar. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang memilki ciri-ciri tertentu, yaitu bersifat rasional dan empiris.[5].
Sementara Peursen berpendapat bahwa ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia .segi segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.[6]
The Liang Gie (1987) dalam Cecep mendefinisikan ilmu sebagai rangkaian aktivitas penalaran yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya dan seluruh keseluruhan pengetahuan sistematis  yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.[7]
Arhur Thomson dalam Bagus juga mendefinisikan ilmu sebagai pelukisan fakta-fakta, pengalaman secara lengkap yang konsisten meski dalam perwujudan istilah yang sangat sedehana[8].
Bahm dalam Kuntoro Wibisono (1997) mendefinisikan ilmu pengetahuan memiliki enam komponen yaitu masalah (problem), sikap (attitude), metode (method), aktivitas (activity), kesimpulan (conculation), dan pengaruh (effect)[9].
Berdasarkan pada definisi-definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu adalah serangkaian pengetahuan yang sistematis dan dapat di kaji melalui metode ilmiah.


DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaedar. 2008. Filsafat Bahasa dan Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Adib, Mohammad. 2010. Filsafat Ilmu;Ontologi,Epistemologi, Aksiologi, dan  Logika Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arbi, Sutan Zanti. 1988. Pengantar kepada Filsafat Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dikti.

Asy’ari. 1999. Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir. Yogyakarta: LESFI.

Abdullah, M. Amin. 1995. Falsafah Kalam di Era Posmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Beck. Lewis White. 1952. Philosophy Inquiry: an Introduction to Philosophy of Science. New York: Prentice Hall.

J Bronowski, J. 1973. The Ascent of Man. London: Science Horizons Inc.
Benjamin, A. Cornalis. 1975. Science, Philosophy of dalam Dagabert D. R. Runer. Totowa: Dictionary of Philosophy.

Calhoun, C. 2002. Dictionary of the Social Science. Oxford: Oxford University Press.

Drummond, Henry. The Ascent of Man. London: Cambridge.

Francis P. & Dinnen, S.J. 1996. An Introduction to General Linguistic.New York: Holt, Rinehart and Winston, INC.

John Losee. 2000. A Historical Introduction to the Philosophy of Science, Fourth edition. London: Oxford University Press.

Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Alih Bahasa oleh Soejono Soemargono. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Lenzen, Viktor F. 1962. Philosophy of Science, Living School of Philosophy. New Jersey: Littlefield, Adams & Co.

Mudyahardjo, Redja. 2012. Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhadjir, Noeng. 2011. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Muslih, Mohammad. 2005. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Belukar.

Phenix, Philip H. 1964.Realms of Meaning: A Philosophy of the Curriculum for General Education. California: Ventura.

Preus, Anthony. 2007.Historical Dictionary of Ancient Greek Philosophy. Lanham, Maryland, Toronto, Plymouth, UK: The Scarecrow Press, Inc.

Prawironegoro, Darsono. 2010. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta: Penerbit Nusantara Consulting.

Qadir, C.A. 1988. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Rahmat, Aceng, dkk. Filsafat Ilmu Lanjutan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Riyanto, Waryani Fajar. 2011. Filsafat Ilmu Topik-topik Estimologi. Yogyakarta: Integrasi Interrkoneksi Press.

Rohman, Arif dkk.2011. Mengenal Epistimologi dan Logika Pendidikan.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Setjoatmodjo, Pranjoto. 1988. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dikti.

Sumardi, Edi (Editor). 2015. Aids Bisa Disembuhkan, ini Obat Terbaru yang Ditemukan. tribunnews.com. Diakses Tanggal 10 September 2015.

Surajiyo. 2007. Ilmu Filsafat: Suatu Pengantar. Jakarta: Bumi Aksara.

Suriasumantri, Jujun S. 2001.Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Popular. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan , 2001.

-------------------. 2010. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

-------------------. 1986. Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik. Jakarta: PT Gramedia.

Syadali, Ahmad dan Mudzakir. 1997.Filsafat Umum. Bandung: Pustaka Setia.

------------------. 2004. Filsafat Umum. Bandung: CV Pustaka Setia.

The Liang Gie. 2012. Pengantar Ilmu Filsafat. Yogyakarta: Libert.

Verhaak, C. dan R. Haryono Imam. 1995. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wibowo, Pandu (Sekjen CIDES UIN Jakarta) .2015.Pelegalan Prostitusi dan Sertifikasi PSK: Dekadensi Moral Sang Gubernur Ibu Kota. kompasiana.com. Diakses Tanggal 10 September 2015.

Woodhouse, Mark B. 2000. Berfilsafat sebuah Langkah Awal. Yogyakarta: Kanisius.

Yunus, A. 1999.Filsafat Pendidikan. Bandung: CV Citra Sarana Grafika.
 

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. FILSAFAT ILMU.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Support by Jual Beli Blog.
Creative Commons License