BAB II
ILMU – FILSAFAT ILMU - FILSAFAT
A. Definisi
Ilmu
Menurut Aristoteles
dalam Rahmat, dkk bahwa ilmu didapat dari hasil kegiatan manusia yang mengamati
kenyataan yang banyak dan berubah. Kemudian secara bertahap sampai pada
kebenaran yang bersifat universal. Dalam arti inilah Aristoteles dapat disebut
sebagai salah satu seorang eksponen empirisme, malah pada tahap awalnya.[1]
Kemudian Francois
Bacon (1561-1626) memperkenalkan cara kerja induktif untuk memperoleh ilmu.
Cara kerja induktif F. Balcon adalah akal budi bertolak dari pengamatan indrawi
particular untuk mendapatkan dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang berada
dalam jangkauan pengamatan, lalu secara bertahap menuju pertanyaan-pertanyaan
yang lebih umum. Cara ini menampakan ciri empirisme.[2]
Menurut
Djamaris, pada dasarnya ilmu mempunyai dua macam objek yaitu objek material dan
objek formal. Objek material adalah sesuatu yang dijadikan sasaran
penyelidikan, seperti manusia adalah sasaran dariilmu pendidikan, ilmu social,
dan psikologi. Tubuh manusia menjadi sasaran ilmu kedokteran, ilmu farmasi, dan
ilmu-ilmu lainnya yang berhubungan.[3]
Sedangkan objek formal ilmu berkaitan dengan pendekatan dan metode yang
digunakan dalam melakukan pemahaman dan penyelidikan terhadap objek material
ilmu. Berbagai pendekatan dan metode yang dilakukan manusia dalam melakukan
penyelidikan tentang alam semesta dan isinya. Pada hakikatnya, pendekatan dan
metode tersebut dapat dibagi ke dalam tiga bagian yaitu:
1. Pendekatan
deduktif yang menghasilkan metode-metode penyelidikan atau penelitian yang
berbasis pada penalaran deduktif seperti penelitian eksperimen.
2. Pendekatan
induktif dan metode penelitian yang berbasis penalaran induktif seperti dalam
penelitian kualitatif.
3. Pendekatan
yang menggabungkan antara deduktif dan induktif atau biasa disebut mix method.
Kata ilmu berasal
dari bahasa Arab, “Al ilm” arti kata ini adalah pengetahuan. Dalam bahasa
Indonesia, ilmu sering disamakan dengan sains yang berasal dari bahasa Inggris
“science” .kata science itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “scio”,
“scire” yang artinya pengetahuan. Berdasarkan Oxford Dictionary, ilmu
didefinisikan sebagai aktivitas intelektual dan praktis yang meliputi studi
sistematis tentang struktur dan prilaku dari dunia fisik dan alam melalui
pengamatan dan percobaan[4].
Menurut Suriasumantri,
berpikir mencirikan hakikat manusia dan karena berpikirlah dia menjadi manusia.
Berpikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan atau
pun ilmu. Pengetahuan adalah produk kegiatan berpikir. Banyak yang mengatakan
ilmu dan pengetahuan itu sama, namun pemahaman tersebut jelas tidak benar. Ilmu
adalah bagian dari pengetahuan yang memilki ciri-ciri tertentu, yaitu bersifat
rasional dan empiris.[5].
Sementara Peursen
berpendapat bahwa ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk
menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi
kenyataan dalam alam manusia .segi segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan
yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya,
dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.[6]
The Liang Gie (1987)
dalam Cecep mendefinisikan ilmu sebagai rangkaian aktivitas penalaran yang
mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional
empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya dan seluruh keseluruhan
pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin
dimengerti manusia.[7]
Arhur Thomson dalam
Bagus juga mendefinisikan ilmu sebagai pelukisan fakta-fakta, pengalaman secara
lengkap yang konsisten meski dalam perwujudan istilah yang sangat sedehana[8].
Bahm dalam Kuntoro
Wibisono (1997) mendefinisikan ilmu pengetahuan memiliki enam komponen yaitu
masalah (problem), sikap (attitude), metode (method), aktivitas (activity),
kesimpulan (conculation), dan pengaruh (effect)[9].
Berdasarkan pada
definisi-definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu adalah
serangkaian pengetahuan yang sistematis dan dapat di kaji melalui metode
ilmiah.
DAFTAR
PUSTAKA
Alwasilah, A. Chaedar. 2008. Filsafat Bahasa dan Pendidikan.Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Adib,
Mohammad. 2010. Filsafat Ilmu;Ontologi,Epistemologi,
Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arbi, Sutan Zanti. 1988. Pengantar kepada Filsafat Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dikti.
Asy’ari. 1999. Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir. Yogyakarta: LESFI.
Abdullah, M. Amin. 1995. Falsafah Kalam di Era Posmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Beck. Lewis White. 1952. Philosophy Inquiry: an Introduction to Philosophy of Science. New
York: Prentice Hall.
J Bronowski,
J. 1973. The Ascent of Man.
London: Science Horizons Inc.
Benjamin, A. Cornalis. 1975. Science, Philosophy of dalam Dagabert D. R.
Runer. Totowa: Dictionary of Philosophy.
Calhoun,
C. 2002. Dictionary of the Social Science.
Oxford: Oxford University Press.
Drummond,
Henry. The Ascent of Man. London: Cambridge.
Francis
P. & Dinnen, S.J. 1996. An
Introduction to General Linguistic.New York: Holt, Rinehart and Winston,
INC.
John Losee. 2000. A Historical
Introduction to the Philosophy of Science, Fourth edition. London: Oxford University
Press.
Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Alih Bahasa oleh Soejono Soemargono.
Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Lenzen, Viktor F. 1962. Philosophy of Science, Living School of Philosophy. New Jersey:
Littlefield, Adams & Co.
Mudyahardjo, Redja. 2012. Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Muhadjir,
Noeng. 2011. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Muslih, Mohammad. 2005. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma dan Kerangka Teori
Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Belukar.
Phenix, Philip H. 1964.Realms of Meaning: A Philosophy of the Curriculum for General
Education. California: Ventura.
Preus, Anthony. 2007.Historical Dictionary
of Ancient Greek Philosophy. Lanham, Maryland, Toronto, Plymouth, UK: The
Scarecrow Press, Inc.
Prawironegoro,
Darsono. 2010. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta:
Penerbit Nusantara Consulting.
Qadir, C.A. 1988. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rahmat, Aceng, dkk. Filsafat Ilmu Lanjutan. Jakarta:
Prenadamedia Group.
Riyanto,
Waryani Fajar. 2011. Filsafat Ilmu Topik-topik Estimologi. Yogyakarta:
Integrasi Interrkoneksi Press.
Rohman,
Arif dkk.2011. Mengenal Epistimologi dan Logika Pendidikan.Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.
Setjoatmodjo, Pranjoto. 1988. Filsafat Ilmu Pendidikan. Jakarta:
Depdikbud Dikti.
Sumardi, Edi (Editor). 2015. Aids Bisa Disembuhkan, ini Obat Terbaru yang
Ditemukan. tribunnews.com. Diakses Tanggal 10 September 2015.
Surajiyo.
2007. Ilmu Filsafat: Suatu Pengantar. Jakarta: Bumi Aksara.
Suriasumantri, Jujun S. 2001.Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Popular. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan ,
2001.
-------------------.
2010. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
-------------------. 1986. Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik.
Jakarta: PT Gramedia.
Syadali, Ahmad dan Mudzakir. 1997.Filsafat Umum.
Bandung: Pustaka Setia.
------------------. 2004. Filsafat Umum. Bandung: CV Pustaka
Setia.
The
Liang Gie. 2012. Pengantar Ilmu Filsafat. Yogyakarta: Libert.
Verhaak, C. dan R. Haryono Imam. 1995. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Wibowo, Pandu (Sekjen CIDES UIN Jakarta)
.2015.Pelegalan Prostitusi dan
Sertifikasi PSK: Dekadensi Moral Sang Gubernur Ibu Kota. kompasiana.com.
Diakses Tanggal 10 September 2015.
Woodhouse, Mark B. 2000. Berfilsafat sebuah Langkah Awal. Yogyakarta: Kanisius.
Yunus, A. 1999.Filsafat Pendidikan. Bandung: CV Citra Sarana Grafika.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar